UJI DAYA HAMBAT SABUN MINYAK JELANTAH BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L) TERHADAP Staphylococcus aureus
Kata Kunci:
Uji daya hambat, Sabun minyak jelantah, Bunga TelangAbstrak
Minyak jelantah merupakan minyak yang dihasilkan dari sisa penggorengan, penggunaan minyak jelantah secara berulang telah menjadi dilema sosial dalam kalangan masyarakat selain tidak baik untuk kesehatan juga dapat mencemari lingkungan, Pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan pembuatan sabun bisa menjadi salah satu pilihan altematif. untuk melindungi kulit dari infeksi bakteri adalah dengan menggunakan sabun antibakteri salah satunya adalah Bunga telang (Clitoria ternatea L) yang telah lama dimanfaatkan sebagai obat dan terbukti mengandung metabolit alkaloid dan flavonoid yang berpotensi sebagai antibakteri. Bakteri yang sering menginfeksi kulit adalah Staphylococcus aureus. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui daya hambat sabun dari minyak jelantah dengan penambahan perasan bunga telang apakah dapat menghambat bakteri Staphyloccus aureus. Metode penelitian yaitu eksperimen. Data diperoleh dengan cara pengamatan hasil penelitian peningkatan daya hambat sabun minyak jelantah dengan penambahan perasan bunga telang terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Analisis data dengan mengukur diameter zona hambat sabun minyak jelantah bunga telang (Clitoria ternatea L) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini menunjukan hasil bahwa uji daya hambat pada sabun minyak jelantah tanpa perasan bunga telang F0 uji daya hambat yaitu o mm tidak membentuk zona hambat, dan sabun minyak jelantah yang mengandung bunga telang (Clitorea ternatea L) pada volume Fl, F2 dan F3 tidak terdapat zona hambat yaitu 0 mm termasuk dalam katagori (Resisten), sedangkan kontrol positif yaitu amoksisilin uji daya hambatnya yaitu 18 mm (Sensitif), sedangkan NaCl 0,85% tidak terbentuk zona hambat terhadap bakteri Staphylococcus aureus.Dapat disimpulkan bahwa uji daya hambat sabun minyak jelantah tanpa perasan bunga telang dan sabun minyak jelantah yang mengandung perasan bunga telang tidak dapat menghambat bakteri Staphylococcus aureus karena termasuk dalam katagori resisten.
Referensi
Abduh, I. M. N. & Si, M., (2018). Ilmu Dan Rekayasa Lingkungan (Vol. 1). Sah Media.
Angriani, L. (2019). Potensi ekstrak bunga telang (Clitoria tematea) sebagais pewama alami lokal pada berbagai industri pangan. Canrea Journal, 2(2),
-37.
Artanti, dkk. (2018). Pedoman praktikum. Modul praktikum media. Surabaya. Universitas muhammadiyah.
Atmojo, A. T., (2016). Media Muller Hinton Agar. Indonesia Medical Laboratory.
Brahmana, N. S. D., Emmy, H. K., & Ida, F. (2021). Kemampuan Daya Hambat Beberapa Produk Sabun Cair Antibakteri Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus. Jurnal Ilmiah Biologi
Hanjarvelianti, S., & Dedeh, K. (2020). Pemanfaatan Minyak Jelantah dan Sosialisasi Pembuatan Sabun Dari Minyak Jelantah Pada Masyarakat Desa Sungai Limau Kecamatan Sungai Kunyit-Mempawah. Buletin Alribaath.
Haryati, S. D., Sri, D., & Wildiani, W. (2022). Perbandingan Efek Ekstrak Buah Alpukat (Persea americana Mill) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Pseudomonas aeruginosa Dengan Metode Disk Dan Sumuran. Jurnal Pengabdian Masyarakat.
Inayati, N. I., & Dhanti, K. R. (2021). Pemanfaatan Minyak Jelantah Sebagai Bahan Dasar Pembuatan Lilin Aromaterapi Sebagai Altematif Tambahan Penghasilan Pada Anggota Aisyiyah Desa Kebanggan Kee Sumbang. Budimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat.
Indrawati, I., & Andita, F. M. R. (2017). Potensi Ekstrak buah buni (Antidesma bunius L) sebagai antibakteri dengan bakteri uji Salmonella thypimurium dan Bacillus cereus. Jurnal Biodjati.
Khuzaimah, S. (2018). Pembuatan sabun padat dari minyak goreng bekas ditinjau dari kinetikareaksi kimia. Ratih: Jurnal Rekayasa Teknologi Industri Hijau.
Maulid, W.S., & Hanung, S. J. (2018). Uji Antibakteri Ekstrak Bunga Telang (Clitorea Tematea L.) Terhadap Staphylococcus Aureus. Jurnal Ilmu Kesehatan. Stikes Dutagama Klaten.
Mardiana, U., & Via, F. S. (2020). Pembuatan Sabun Berbahan Dasar Minyak Jelantah Dengan Penambahan Gel Lidah Buaya Sebagai Antiseptik Alami. Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi, 20(2), 252-260.
Marpaung, A. M. (2020). Tinjauan manfaat bunga telang (Clitoria tematea L.) bagi kesehatan manusia. Journal ofFunctional Food and Nutraceutical.
Marsa, M., & Dharma, P. (2021). Sensitivitas Antibiotik Paten dan Generik Terhadap Bakteri penyebab Infeksi Salman Napas Akut (ISPA). Yarsi Journal OfPharmacology.
Mursak, I. L. P., Nia, Y., & Farhamzah. (2022). Edukasi Pemanfaatan Daun Katuk Sebagai BioSurfaktan pada Produk Sabun Non-SLS Ramah Lingkungan. KNPP. Universitas Buana Perjuangan Karawang
Nabila, F. S., D, R., Vincentia, C. Y., Fauzia, L &, F. & Nur, A. (2022). Potensi Bunga Telang (Clitoria tematea L.) sebagai Antibakteri pada Produk Pangan. JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI).
Naomi, P., Anna, M. L. G., & Muhammad, Y. T. (2013). "Pembuatan Sabun Lunak dari Minyak Goreng Bekas Ditinjau dari Kinetika Reaksi Kimia". Jurnal Teknik Kimia.
Ningrum, D. K., Andi, E. W., & Winda, A. (2021). Evaluasi Mutu Sabun Padat Dengan Penambahan Variasi Ekstrak Etanol Tembakau (Nicotiana tabacum L.). EnviroScienteae.
Nurhayati, L. S., Yahdiyani, N., & Hidayatulloh, A. (2020). Perbandingan pengujian aktivitas antibakteri starter yogurt dengan metode difusi sumuran dan metode difusi cakram. Jurnal Teknologi Hasil Peternakan
Priani, S. E., & Yani, L. (2010). Pembuatan sabun transparan berbahan dasar minyak jelantah serta hasil uji iritasinya pada kelinci. Prosiding SnaPP, Edisi Eksakta. ISSN, 2089-3582.
Purwanto, U. M. S., Kamaratih, A., & Sulistiani (2022). Antioxidant Activity of Telang (Clitoria tematea L.) Extract in Inhibiting Lipid Peroxidation. Current Biochemistry.
Rahman, I. W., Risky, N. F. RN., Ka'bah., Hasti. N. K., & Ayusti, D. (2022). Potensi Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava) dalam Menghambat Pertumbuhan Serratia marcescens. Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan.
Rezaldi, F., Candra, J., Retna, Y. N., Fernanda, D, P., Heny, S., Ucu, W.S.,& Muhammad, F. F. (2022). Antibakteri Staphylococcus Aureus dari Sediaan Sabun Mandi Probiotik Kombucha Bunga Telang (Clitoria Tematea L) Sebagai Produk Bioteknologi. Jurnal Biotek.
Rinaldi., Fauziah., & Riska, M. (2021). Formulasi Dan Uji Daya Hambat Sabun Cair Ekstrak Etanol Serai Wangi (Cymbopogon Nardus L) Terhadap Pertumbuhan Staplylococcus Aureus. Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia.
Riyanto, E. F., Ai, N. N., Sinta, N. I., & Suhartati, R. (2019). Daya Hambat Ekstrak Etanol Bunga Telang ( Clitoria Tematea L) Terhadap Bakteri Perusak Pangan. Jurnal Kesehatan.
Rizkawati.M & Leonny.D.R, (2023). Potensi Aktivitas Antibakterial Ekstraks Bunga telang (Clitoria tematea ). Jurnal Sains dan Kesehatan.
Rollando (2019). Senyawa Antibakteri Dari Fungi Endofit. Malang : CV. Seribu Bintang
Rusli, N., Sasriani., & Esti, B. (2016). Formulasi Sediaan Sabun Padat Minyak Nilam (Pagostemoncablin benth). Warta Farmasi
Sa'diyah, N., Ninik, I. H., Revy, A. R., & Laeli, K. (2018). Formulasi Sabun Mandi Padat Berbasis Minyak Biji Kapuk Randu (Ceiba Pentandra Gaertn) Dengan Penambahan Jasmine Oil. Jurnal Inovasi Teknik Kimia.
Sakul.G., Hemi. S., & Gerald,R (2020). Uji Daya Hambat Ekstrak Daun Pangi (Pangium edule reinw. ex Blume) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus, Escherichia coli Dan Pseudomonas aeruginosa. Jurnal Pharmacon Universitas Sam Ratulangi
Saudi, A. D. A., & Rusdy. (2018). Uji daya hambat antibiotika terhadap bakteri penyebab infeksi saluran kemih dirumah sakit selewangang maros. Analysis Of Antibiotic Treatment On Bacteria Causing Urinary Tract Infection In Salewangang Maros. Media Farmasi
Widiani, P. I., & Pinatih, K. J. P. (2020). Uji daya hambat ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera) terhadap pertumbuhan bakteri Methicillin Resistant Staphylococcus Aureus (MRSA). E-Jurnal Medisa Udyana.
Widyasari, E., Farhan, D. Y., & Rifqi, N. A. (2018). Sabun Minyak Jelantah Ekstrak Daun Teh Hijau (Camellia sinensis) Pembasmi Staphylococcus aureus. Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Safridha Kemala Putri, Sulfiramita Sulfiramita, Erlinawati Erlinawati

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





