ANALISA KADAR KAFEIN PADA KOPI ROBUSTA (Coffee canephora) YANG DIOLAH SECARA TRADISIONAL DAN MODERN
Kata Kunci:
Kopi Robusta, Kafein, Spektrofotometer, Tradisional, ModernAbstrak
Kopi Robusta memiliki cita rasa yang berbeda yang disebabkan oleh kandungan senyawa kimia komplek diantaranya adalah senyawa kafein. Untuk mendapatkan cita rasa, kualitas dan aroma dari kopi dilakukan proses penyangraian biji kopi. Penyangraian dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu secara tradisional dan modern. Pembuatan kopi secara tradisional dilakukan secara terbuka, sedangkan pembuatan kopi secara modern dilakukan secara tertutup. Oleh karena itu ingin diketahui kandungan kafein pada kopi Robusta yang diolah secara tradisional dan modern. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, dengan sampel berupa kopi Robusta. Populasi dalam penelitian ini adalah kopi Robusta (Coffee canephora) yang diolah secara tradisional dan modern sebanyak 1 gram. Setelah dilakukan penentuan kadar kafein pada kopi Robusta menggunakan metode Spektrofotometer, kadar kafein yang diolah secara tradisional yaitu 0.7825mg/L dan kadar kafein yang diolah secara modern yaitu 0.9164 mg/L. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengolahan kopi secara tradisional dan modern memiliki kadar kafein yang berbeda.
Referensi
Afriliana, A. (2018). Teknologi pengolahan kopi terkini. Yogyakarta: Deepublish.
Arwangga, A. F., Asih, I. A. R. A., & Sudiarta, I. W. (2016). Analisa kandungan kafein pada kopi di desa sesaot narmada menggunakan spektrofotometer uv-vis. Jurnal kimia, ISSN 1907-9850.
Daiva, Y. (2017). Ketahui lebih jelas bahaya minum kopi berlebihan.
Daswin, N. B. T. (2013). Pengaruh kafein terhadap kualitas tidur mahasiswa fakultas kedokteran universitas sumatra utara. Jurnal fk-usu,volume 1 no. 1. Sumatra Utara: Fakultas Kedokteran USU.
Fredikurniawan. (2017). Klasifikasi dan morfologi tanaman kopi.
Gandjar, I. G., & Rohman, A. (2018). Spektroskopi molekuler untuk analisis farmasi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Hamdan, D., & sontani, A. (2018). Coffee karena selera tidak dapat diperdebatkan. Jakarta: PT Agro Media Pustaka.
Kuncoro, S., Sutiarso, L., Nugroho, J., & Masithoh, E., R. (2018). Kinetika reaksi penurunan kafein dan asam klorogenat biji kopi robusta melalui pengukusan sistem tertutup. Jurnal Agritech, 38(1), (105-111). Lampung: Universitas Lampung.
Arifin, A. L. (2011). Bacaan wajib semua sales sukses menjadi penjual dan pemasar paling top dengan modal positive thinking. Jakarta: Transmedia Pustaka.
Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka cipta.
Olivia, F. (2012). Khasiat bombastis kopi. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Perdana, W. A. (2019). Kopi robusta mengenal jenis dan karakteristiknya.
Rabbani, A. R. (2019). Asal muasal kopi.
Rukmana, R. (2014). Untung selangit dari agribisnis kopi. Yogyakarta: Lyli Publiser.
Ryanto, M. R. (2014). UV-Vis spektrofotometer.
Simmawa. (2015). Kafein dan kesehatan.
Sofwan, R. (2013). Bugar selalu di tempat kerja. Jakarta: PT Bhuana Ilmu Populer.
Suwarto., Octavianty, Y., & Hermawati, S. (2014). Top 15 tanaman perkebunan. Jakarta: Penebar Swadaya.
Tjondro, S, W., & Darsono. (2019). Ekonomi kopi rakyat robusta di jawa timur. Sidoarjo: Uais Inspirasi Indonesia.
Widiastuti, S. R. (2018). Kopi aroma, rasa, cerita. Yogyakarta: Tempo.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Safridha Kemala Putri, Darmawati Darmawati, Fita Maya Sari

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





