Perbandingan hasil BTA metode Mikroskopis (Ziehl Neelsen) dan metode Tes Cepat Molekuler (GeneXpert) pada pasien TB paru

Penulis

  • Misyani Misyani Poltekkes Kemenkes Aceh
  • Zuriani Rizki Poltekkes Kemenkes Aceh
  • Rahmayanti Rahmayanti Poltekkes Kemenkes Aceh
  • Safwan Safwan Poltekkes Kemenkes Aceh

Kata Kunci:

Mikroskopis (Ziehl Neelsen), tes cepat molekuler (GeneXpert) , TB paru

Abstrak

Tuberculosis adalah suatu penyakit menular yang paling sering terjadi di paru-paru dengan persentase 80% yang disebabkan oleh suatu Basil Tahan Asam (BTA) yakni bakteri Mycobacterium tuberculosis. Salah satu prioritas dalam pengendalian TB paru adalah mampu mendeteksi kasus TBC secara dini. Pemeriksaan mikroskopis BTA menggunakan metode Ziehl Neelsen merupakan metode pemeriksaan yang banyak digunakan. Perkembangan teknologi saat ini yang mampu mendeteksi TBC dengan cepat dan akurat adalah dengan pemeriksaan GeneXpert. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil pemeriksaan BTA metode mikroskopis (Ziehl Neelsen) dan tes cepat molekuler (GeneXpert) pada pasien TB paru dari sampel sputum. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu melihat perbandingan hasil BTA metode mikroskopis (Ziehl Neelsen) dan tes cepat molekuler (GeneXpert) dari data yang diperoleh dari Laboratorium RSUD dr.Zainoel Abidin. Sampel dalam penelitian ini diambil sebanyak 26 sampel. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu metode mikroskopis (Ziehl Neelsen) dan tes cepat molekuler (GeneXpert) mampu mendeteksi Mycobacterium tuberculosis. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan dari kedua hasil yang diperoleh dari metode mikroskopis (Ziehl Neeslsen) dan tes cepat molekuler (GeneXpert).

Referensi

Achmad, (2018). Penilaian Keberhasilan Program Tuberculosis Berdasarkan Angka Konversi, Jurnal Kesehatan.Vol 233214.

Alsagaff, H., & Mukty, A. (2019). Dasar-Dasar ilmu penyakit paru. Surabaya: Airlangga universitas press.

Bodmer, T., & Strohle, A. (2012). Juornal of Visualized Experiment, Diagnosing Pulmonary Tuberculosis with the Xpert MTB/RIF Test. Vol.62.

Danusantoso, H. (2013). Buku Saku Ilmu Penyakit Paru. Edisi 2. Jakarta: EGC.

Depkes RI, (2018). Pharmaceutical Care untuk Penyakit tuberculosis. Jakarta: Direktorat Bina Farmasi Komunitas dan Klinik.

Depkes RI, (2013). Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian.

Depkes RI, (2019). Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis.

Enarson, (2015). Mikrobiologi Kedokteran. Edisi Revisi. Jakarta: Binarupa Aksara

Ganong, (2010). Gambaran Patogenesis Pada Penderita Tuberculosis Paru. Jurnal medical bakti husada, Vol456776:34.

GXMTB/RIF CG, (2010). GeneXpert GXMTB/RIF. Jakarta: Pengayoman Cipinang.

Hiswani, (2017). Tuberkulosis Merupakan Penyakit Infeksi yang Masih Menjadi Masalah Kesehatan Masyarakat. Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara.

Hudoyo, A. P. (2018). Perkumpulan Pemberantasan Tuberculosis Indonesia. Jurnal tuberculosis Indonesia.

Kayser, (2015). Pencegahan Tuberculosis dan menanggulangi TBC. Jurnal medical kesehatan. Vol: 788765:67.

Kemenkes, RI. (2016). Peraturan Kementrian Kesehatan dalam penanggulangan Mycobacterium tuberculosis.

Kementrian Kesehatan RI, (2015). Infodatin. Pusat Data dan informasi Kementrian Kesehatan RI tuberculosis. Banda Aceh: Pusat Data Informasi. http://depkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/infodatin.pdf.

Kementrian Kesehatan RI, (2015). Penanggulangan Kasus Bakteri Tahan Asam pada pasien TBC. Jurnal kesehatan medical, Vol 3456:21.

Kementrian Kesehatan RI, (2016). Infodatin. Pusat Data dan informasi Kementrian Kesehatan RI Tuberculosis. Jakarta Selatan: Pusat Data Informasi http://depkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/infodatin.pdf.

Kurniawan, E., Revanial. R., Fauzar. F., & Arsyad. Z. (2016). Nilai diagnostic metode Realtime PCR GeneXpert pada TB paru BTA negatif. Jurnal kesehatan andalas;5(3):730-738.

Lay, Bibiana.W, (2018). Analisa Mikroba di Laboratorium, Jakarta: Rajawali

Lingaraja, (2014). Laporan Pemeriksaan Mycobakterium Tuberculosis. Jurnal laporan medical analis kesehatan, Vol 345665:76.

Minasdiarly, (2016). Tuberculosis dan Miko Penyakit TBC. Jurnal kesehatan Di peroleh dari http://www.medicastore.com/penyakit_tbc.htlm

Nizar, M. (2010). Pemberantasan dan penanggulangan Tuberculosis. Yogyakarta: Penerbit Gosyen Publising.

Rauditya, D.(2015). Hubungan karakteristik penderita Tb dengan kepatuhan memeriksa dahak selama pengobatan. Surabaya : universitas Airlangga,p56.

Riza, S. M, (2016). Makalah Seminar Diagnosis Tuberculosis. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia .

Rukmini, R,. & Chatarina. (2011). Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian Tb paru di indonesia. Jurnal sistem kesehatan, Vol 14,p.320-331.

Sacger, R.. A., & Mcpherson, R.. A. (2014). Tinjauan Klinis Hasil Pemeriksaan Laboratorium. Edisi 11. Jakarta: Buku Kedokteran.

Satish, K., & Lingaraja, J. (2014). Resistence in Tuberculosis. throughh a Computational Approach. Genomic Inform. Jurnal Understanding Rifampicin.

Sharma, S. K. (2015). Evaluating the Diagnotic Accuracy of Xpert MTB/RIF Assy in Pulmonary Tuberculosis.

Standar IUATLD. Standar Pembacaan Hasil Pada Pemeriksaan Mycobacterium tuberculosis

Subagio, (2018). The Latest News of Tuberculosis, Surakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret.

Supriyatno, B., Rahayu, N., & Budiman. (2010). Karakteristik Tuberculosis dengan biakan Positif dalam cermin dunia Kesehatan. Jakarta: Buku kedokteran.

Vandeppite, J. (2010). Prosedur Laboratorium Dasar untuk Bakteriologi klinis. Edisi 2. Jakarta: Buku Kedokteran.

Widiastuti, (2011). Tuberculosis paru, Jakarta; PT Bumi Timur Jaya

Widyastuti, (2012). Pengaruh Penyuluhan tentang penyakit TB paru. Jurnal Kesehatan Indra Husada. Doihttps://doi.org/10.36973/jkih.v6il64

Wiliam, (2012). Pendekatan Klinis Infeksi Tuberculosis Pada Paru-Paru dan Organ Lainnya. Jurnal medical kesehatan.Vol 987886:43.

World Health Organization (WHO). (2017). Tuberculosis. Diperoleh dari http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs104/en/.

Zumla, A., & Lawn, S. (2012). Diagnosis of exstrapulmonary tuberculosis using the Xpert MTB/RIF assay.Expert Rev Anti Infect Ther.

Unduhan

Diterbitkan

11-03-2024

Cara Mengutip

Misyani, M., Rizki, Z. ., Rahmayanti, R., & Safwan, S. (2024). Perbandingan hasil BTA metode Mikroskopis (Ziehl Neelsen) dan metode Tes Cepat Molekuler (GeneXpert) pada pasien TB paru. Journal of Medical Laboratory Technology, 1(1), 11–17. Diambil dari http://www.journal.poltekkesaceh.ac.id/index.php/jomlat/article/view/775

Terbitan

Bagian

Articles