PENGARUH WAKTU PEMETIKAN TERHADAP KADAR FLAVONOID TOTAL DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN ESKTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera)
DOI:
https://doi.org/10.30867/jifs.v4i2.708Kata Kunci:
waktu pemetikan, total flavonoid, antioksidan, daun kelorAbstrak
Kelor merupakan tanaman yang dipercaya memiliki aktivitas antioksidan yang mampu memberikan pertahanan sel terhadap spesies oksigen reaktif yang menyebabkan kerusakan sel. Aktivitas ini kemungkinan diperantarai oleh kandungan total flavonoid daun Kelor yang tinggi, namun kandungan kimia tanaman sangat bergantung terhadap beberapa faktor salah satunya waktu pengambilan atau pemetikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui pengaruh waktu pemetikan terhadap kadar total flavonoid dan aktivitas antioksidan ekstrak daun Kelor (Moringa oleifera). Penelitian bersifat eksperimental dengan menggunakan dua variabel terikat yaitu kadar flavonoid total dan aktivitas antioksidan dari ekstrak daun Kelor yang dikumpulkan dengan perbedaan pemetikan yaitu pagi (EEDK1), siang (EEDK2) dan sore (EEDK3) dalam hari yang sama. Ekstrak daun kelor dibuat menggunakan metode maserasi berulang dengan pelarut etanol 70%. Pengukuran kadar flavonoid total dilakukan dengan metode spektrofotometri dengan konsentrasi 10.000 ppm dan menggunakan kuersetin sebagai baku pembanding. Aktivitas antioksidan ditetapkan melalui metode DPPH dengan konsentrasi ekstrak sebesar 20, 40, 60, 80 dan 100 ppm. Hasil pengukuran dianalisis persentase inhibisinya dan dihitung nilai IC50 (inhibitory concentration) dengan menggunakan persamaan kurva regresi linear. Vitamin C digunakan sebagai pembanding Hasil pengukuran tiap sampel uji menunjukkan perbedaan yang signifikan dari persentase inhibisi dan nilai IC50, dimana EEDK1 menjadi yang paling aktif dan dikategorikan sangat kuat dengan nilai 45,08 ppm. Dengan adanya perbedaan yang signifikan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa waktu pemetikan berpengaruh terhadap kadar flavonoid total dan aktivitas antiokasidan daun Kelor.













