Potensi Antibiotika Alami dari Mikroalga Aurantiochytrium
DOI:
https://doi.org/10.30867/jifs.v6i1.1060Kata Kunci:
Potensi; Antibiotika; Mikroalga; Aurantiochytrium; ToksisitasAbstrak
Mikroalga Aurantiochytrium, merupakan salah satu sumber potensial asam lemak omega-3 (DHA dan EPA) dan senyawa bioaktif seperti squalene yang memiliki aktivitas biologis, termasuk sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol Mikroalga Aurantiochytrium. Terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli serta menilai keamanannya melalui uji toksisitas akut. Isolasi mikroalga dilakukan dari ekosistem mangrove Angke Kapuk dengan teknik direct plating, dilanjutkan kultivasi bertahap hingga diperoleh biomassa kering melalui proses freeze-dryer. Biomassa kemudian diekstraksi menggunakan etanol 96%. Uji antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli pada konsentrasi 200, 400, dan 600 µg, dengan kloramfenikol sebagai kontrol positif dan DMSO sebagai kontrol negatif. Uji toksisitas akut dilakukan pada mencit jantan galur ddY dengan dosis 2500–5000 mg/kg BB, sesuai pedoman OECD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak Mikroalga Aurantiochytrium memiliki aktivitas antibakteri terhadap E. coli dengan zona hambat kategori sedang pada konsentrasi 200 µg (6,16 mm) dan 400 µg (8,36 mm), serta kategori kuat pada konsentrasi 600 µg (10,66 mm). Aktivitas antibakteri terhadap S. aureus dengan zona hambat kategori kuat pada konsentrasi 200 µg (11,85 mm) dan 400 µg (15,83 mm), serta kategori sangat kuat pada konsentrasi 600 µg (21,11 mm). Kontrol positif kloramfenikol menghasilkan aktivitas antibakteri sangat kuat, sedangkan kontrol negatif tidak menunjukkan aktivitas. Analisis statistik (ANOVA, p<0,05) menunjukkan adanya perbedaan signifikan antar perlakuan. Uji toksisitas akut menunjukkan bahwa ekstrak hingga dosis 5000 mg/kg BB tidak menimbulkan kematian maupun gejala toksisitas pada mencit.










