Efektivitas Ekstrak Gliserin Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) dalam Formula Facial Wash sebagai Agen Antibakteri
DOI:
https://doi.org/10.30867/jifs.v6i1.1311Kata Kunci:
antibakteri, facial wash, bunga telang, ekstrak gliserin, uji antibakteriAbstrak
Bunga telang (Clitoria ternatea L.) berpotensi sebagai antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Namun, efektivitasnya dalam formulasi facial wash perlu dioptimalkan, salah satunya melalui pemilihan pelarut ekstraksi seperti gliserin. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi kemampuan ekstrak gliserin bunga telang sebagai facial wash antibakteri serta menguji mutu fisikokimiawi dan hedoniknya. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi berbantuan ultrasonik menggunakan pelarut gliserin:air (1:1). Ekstrak tersebut diformulasi facial wash dengan konsentrasi 0% (F0); 0,5% (F1); 1% (F2); 2% (F3); dan 4% (F4). Uji antibakteri dilakukan dengan difusi sumuran dan mikrodilusi terhadap S. aureus dan P. aeruginosa. Evaluasi mutu fisikokimiawi meliputi organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, serta tinggi dan stabilitas busa. Uji hedonik dilakukan terhadap 10 panelis. Hasil kedua uji antibakteri menunjukkan F4 memiliki kemampuan antibakteri tertinggi dibandingkan formula lainnya. Hasil uji mikrodilusi F3 sudah menunjukkan perbedaan signifikan dibandingkan F0 dalam menghambat P. aeruginosa. Hasil uji fisikokimiawi facial wash ekstrak gliserin bunga telang memenuhi standar SNI untuk semua parameter uji. F3 adalah formula paling disukai panelis. Kesimpulan dari penelitian ini adalah F4 lebih efektif pada kedua bakteri uji dengan F3 sudah signifikan dibandingkan F0 dalam menghambat P. aeruginosa. Formula facial wash ekstrak gliserin bunga telang juga memenuhi persyaratan SNI dan disukai panelis.










