Efektivitas Ekstrak Daun Kari (Murraya koenigii) Sebagai Larvasida Alami Terhadap Kematian Larva Nyamuk Culex Sp
DOI:
https://doi.org/10.30867/asjo.v1i2.197Abstrak
Nyamuk genus Culex merupakan nyamuk yang banyak terdapat di sekitar kita. Nyamuk ini termasuk sebagai vektor penyakit seperti West Nile Virus, filariasis, Japanese enchepalitis, St Louis encephalitis. Nyamuk yang penting dalam genus Culex adalah Culex quinquefasciatus yang dikenal sebagai vektor penyakit filariasis dan chikungunya. Tujuan penelitian untuk mengetahui mortalitas larva nyamuk Culex Sp setelah pemberian ekstrak daun kari (Murraya koenigii) dosis 2 ml/200 ml air, 4 ml/200 ml air dan 8 ml/200 ml air. Subjek pada penelitian ini yaitu 300 larva Culex sp. Analisa data menggunakan uji One Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kematian larva Culex sp pada perlakuan dosis 2 ml/200 ml air ekstrak daun kari (Murraya koenigii) adalah sebanyak 16,7%, dosis 4 ml/200 ml air sebanyak 21,7% dan dosis 8 ml/200 ml air sebanyak 25% . Analisa one way Anova diperoleh p value 0,003 (< 0,005) artinya ekstrak daun kari (Murraya koenigii) efektif sebagai larvasida alami terhadap kematian larva Culex sp. Dapat disimpulkan bahwa dosis yang paling efektif adalah 4 ml/200 ml air dengan nilai p value 0,001. Diharapkan masyarakat dapat menggunakan dan memanfaatkan ekstrak daun kari (Murraya koenigii) sebagai salah satu alternatif terhadap kematian larva Culex sp. 40 gram. Perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan menggunakan metode lain untuk menurunkan kadar besi (Fe total) agar tidak terjadi kekeruhan pada air.
Referensi
Handiny NF, KM M, Gusni Rahma SKM, Epid M, Rizyana NP, KM M. Buku Ajar Pengendalian Vektor. Ahlimedia
Book; 2020.
Sholichah Z. Ancaman dari nyamuk Culex sp yang terabaikan. BALABA J LITBANG Pengendali PENYAKIT
BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA. Published online 2009:21-23.
Aceh D. Profil Kesehatan Aceh Tahun 2017. Banda Aceh. Published online 2018.
Pramono MS, Maryani H, Wulandari P. Analisis Kasus Penyakit Filariasis di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam
Dengan Pendekatan Metode Zero Inflatedpoisson (ZIP) Regression. Bul Penelit Sist Kesehat. 2014;17(1):35-44.
Zulfikar Z, Kartini K, Sudiarto D, Aditama W. Pengaruh Insektisidal Gorden Celup Deltametrin terhadap Kematian
Anopheles spp. BALABA J LITBANG Pengendali PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA. Published
online 2018:191-200.
Ghiffari A, Fatimi H, Anwar C. Deteksi Resistensi insektisida Sintetik Piretroid pada Aedes aegypti (L.) Strain
Palembang Menggunakan Teknik Polymerase Chain Reaction. Aspirator. 2013;5(2):37-44.
Zulfikar Z. Pengaruh Ekstrak Daun Bunga Tahi Ayam (Tagetes erecta) Terhadap Kematian Larva Aedes aegypti.
Sel J Penelit Kesehat. 2019;6(2):66-73.
Syahrizal, Junaidi Z. Natural Color Additive as a Substitute for Rhodamine B Synthetic Color Additive Used in Ice
Cream Sold In Lampeunurut Village, Aceh Besar District, Indonesia. Int J Sci Healthc Res. 2020;5(3):35-53.
Lestari D, Nuryati A, Nuryani S. Penggunaan Berbagai Konsentrasi Ekstrak Ethanol Daun Rambutan (Nephelium
Lappaceum L.) terhadap Mortalitas Larva Culex Quinquefasciatus. J Teknol Lab. 2014;3(1):46-51.
Susanti M, Kuncoro H, Rijai L. Uji Aktivitas Larvasida Ekstrak Daun Keladi Birah (Alocasia indica Schott) Terhadap
Larva Nyamuk Culex sp. J Sains dan Kesehat. 2015;1(1):5-10.
Supranto J. Teknik Sampling Untuk Survei Dan Eksperimen. Penerbit PT Rineka Cipta; 2010.
Dahlan MS. Statistik Untuk Kedokteran Dan Kesehatan. Edisi 4. Salemba Medika; 2016.
Poolprasert P, Pama W, Chammui Y, Thongchai W. Screening of Medical Plants Extracts for Larvicidal Activity
against Culex quinquefasciatus ( Diptera : Culicidae ). Int Conf Herb Tradit Med. 2015;(Htm):228-230.
Handral HK, Pandith A, Shruthi SD. A review on Murraya koenigii: multipotential medicinal plant. Asian J Pharm
Clin Res. 2012;5(4):5-14.
Aditama W, Zulfikar SFY. The effectiveness of arabica coffee (Coffea arabica L) grounds on mortality and growth
of Aedes aegypti Larva. Int J Mo. 2019;6:34-37.






